PERTUMBUHAN ekonomi menjadi hal yang ditunggu tunggu kehadirannya oleh sebagian masyarakat. Banyak diskusi dilakukan berbagai kalangan untuk membahas indikator ekonomi yang satu ini. Kondisi sekarang, pertumbuhan ekonomi sangat bermakna jika potretnya menunjukkan ada perbaikan pendapatan kelompok ekonomi bawah sebagai kalangan yang terimbas langsung pandemi Covid19. Pertumbuhan ekonomi bisa menjadi evaluasi apakah perekonomian semakin membaik atau sebaliknya.
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan ekonomi nasional triwulan III tahun 2021 sebesar 3,51 persen dibandingkan triwulan III tahun 2020 (y-o-y). Angka ini melambat dibanding triwulan sebelumnya yang bisa mencapai 7,07 persen (y-o-y). Selain dikarenakan triwulan sebelumnya memperbandingkan dengan kondisi low base, efek pemberlakuan kembali PPKM menjadi andil dalam perlambatan pertumbuhan ekonomi karena mobilitas masyarakat menurun. Tentunya, angka ini meleset dari perkiraan Menteri Keuangan yang diperkirakan bisa mencapai 4,5 persen (y-o-y) pada triwulan III tahun 2021 ini.
Bagaimana dengan kondisi Kalimantan Tengah? Data menunjukkan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah sebesar 3,57 persen (y-o-y). Apabila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang mencapai 5,56 persen (y-o-y), kondisi ini juga menunjukkan adanya perlambatan ekonomi.
Sementara itu, apabila membandingkan triwulan III terhadap triwulan II di tahun yang sama, Kalimantan Tengah mengalami kontraksi 0,21 persen. Padahal sebelumnya sempat tumbuh positif sebesar 2,92 persen (q-to-q). Dari angka pertumbuhan yang kontraksi tersebut, Lapangan Usaha Konstruksi mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 13,51 persen dibandingkan lapangan usaha lain. Tentunya, pertumbuhan ekonomi bukan sekedar angka belaka karena menjadi potret ril lapangan.
Dengan kondisi tersebut, pertanyaan yang muncul adalah bagaimana upaya mengeboost perekonomian Kalimantan Tengah. Apabila dicermati lebih dalam, Lapangan Usaha Industri Pengolahan menjadi komponen penyusun PDRB Kalimantan Tengah terbesar kedua setelah Pertanian, Kehutanan dan Perikanan. Share Industri Pengolahan selama 4 triwulan terakhir selalu di atas 15 persen dari total PDRB Kalimantan Tengah. Sayangnya, lapangan usaha ini mengalami kontraksi pertumbuhan selama dua triwulan berturut turut.
--page
Dengan pertumbuhan ekonomi (q-to-q) Kalimantan Tengah yang kontraksi, Industri Pengolahan ternyata masih menjadi sumber pertumbuhan positif kedua terbesar (0,80 persen) terhadap pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah yang sebesar 3,57 persen (y-to-y).
Apalagi jika aktivitas Industri Pengolahan semakin ditingkatkan untuk triwulan selanjutnya. Harapannya, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah bisa tumbuh cepat atau menjadi booster PDRB. Disinilah letak peran pemerintah daerah untuk bisa saling kerja sama dan memberikan ruang yang lebih leluasa bagi lapangan usaha ini untuk semakin berkembang.
Penulis: Agustina Elisa Dyah Purwandari, SST/Statistisi Ahli Pertama BPS Kotawaringin Barat









