PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Persaingan pasar semakin sengit sehingga banyak pembudidaya madu sulit berkembang. Seperti yang dialami KUPS Madu LPHD Buntoi dan kelompok pembudidaya madu lainnya, di Desa Buntoi, Kabupaten Pulang Pisau.

Sehingga, kata Ketua KUPS Madu LPHD Buntoi  Yulius Triyawan, untuk menyiasati kondisi tersebut pihaknya melakukan penjualan dengan memanfaatkan media sosial seperti facebook, dan aplikasi jual beli.

Sedangkan untuk panen madu kelulut bisa hampir setiap bulan. Namun tergantung kondisi cuaca untuk menentukan hasil kualitas madu dan juga pengaruh dari koloninya kuat di dalam kotak.

Dia mengatakan, terakhir panen bulan 2 bulan lalu. Hasilnya lumayan rata - rata 4 liter sampai 5 liter itu dari 26 kotak.

"Untuk hasil saat ini memang belum setabil karena persaingan. Selama setahun berjalan, diperkirakan hasil anen setiap bulan sekitar Rp 1,5 juta, kalau pas panennya bagus sampai Rp 4 juta. Tergantung cuaca juga," ucap Yulius Triyawan, Senin, 29 November 2021.

--page

Melihat kondisi yang belum terlihat membaik selama satu tahun berjalan ini, pihaknya pun menambah kebutuhan hasil kelompok dengan menami lahan di sekitar tempat budi daya madu dengan serai, jagung, dan jahe merah. (MAGANG 3/B-5)