PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Melihat budidaya ikan di Desa Buntoi, Kabupaten Pulang Pisau terus meningkat. Baik itu kelompok maupun perorangan. Mereka memanfaatkan lahan di sekitar rumahnya, dijadikan tempat budidaya ikan.

Untuk yang mengikuti kelompok ikan di Desa Buntoi ada 8 kolam dengan ukuran 10 x 30 meter. Sedangkan yang milik pribadi kolamnya kecil - kecil.

Namun untuk akhir-akhir ini banyak dari mereka yang mengalami kerugian akibat banjir. Dan memaksa mereka ada yang harus memulai panen di awal bahkan ada yang kehilangan ikannya akibat mati karena air asam.

Dari sekian banyak yang mengalami kerugian salah satunya dari Kelompok Nelayan Ikan Kahayan, di Desa Buntoi. Hampir semua anggota kelompok mengalami kerugian akibat kolam ikannya terdampak banjir.

"Hampir semua kolam di sini banjir, sehingga airnya naik, untuk kerugian sekitar Rp 20 jutaan, akibat banjir kemarin. Belum lagi kelompok lain. Punya saya ini bisa dibilang paling banyak ruginya," Yulius Triyawan salah satu anggota kelompok nelayan ikan Kahayan, Senin, 29 November 2021.

--page

"Karena melihat pertumbuhan ikan sudah hidup 4 bulan. Untuk ikan patin masa panennya 6 sampai 7 bulan. Jadi akibat kemasukan air jadi ikannya banyak yang mati karena stres. Mau tidak mau harus panen di awal, jadi ikannya beratnya cuma 2 sampai 3 ons saja per ekor," imbuh Yulius.

Dia mengatakan, ikan patin kendalanya itu air kalau dalam kandungan PH asam tinggi, airnya tidak cocok ikan bisa stres bahkan mati. "Apalagi karena airnya sudah tercampur banjir." (MAGANG 3/B-5)