BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam empat hari terakhir ini, harga cabai dan sayur mayur di Pasar Kahayan, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, naik.
Naiknya harga cabai dan sayur mayur itu disebabkan sulitnya pasokan dari daerah hulu sungai Kalimantan Selatan karena banjir.
"Khususnya lombok cabai rawit merah ini dari Hulu Sungai Kalimantan Selatan pak dan dari pulau Jawa," kata salah satu pedagang pasar Kahayan, Yulita saat diwawancarai, Selasa, 30 November 2021.
Hal serupa juga diungkapkan Ibu Martini. Harga cabai rawit merah dan sayur mayur melonjak naik.
Sebelumnya, harga cabai rawit perkilogram berkisar hanya Rp25 - Rp 30 ribu, kini menjadi Rp80 hingga Rp90 ribu.
--page
Kemudian cabai kriting dan cabe merah, hijau besar dari Rp40.000 naik menjadi Rp100 ribu.
Selain cabai, lanjut Martini, jenis sayur mayur juga mengalami kenaikan, seperti kangkung, bayam yang sebelumnya per ikat Rp3000, kini menjadi Rp8.000.
"Naiknya harga ini dikarenakan banjir, jadi tanaman para petani terendam banjir. Saat ini pasokan cabai dan sayur mayur dari daerah Tangkiling, itupun pasokannya sedikit saja. Selebihnya pasokan dari Banjarmasin dan pulau Jawa," tandasnya.
Martini mengaku, dalam empat hari terakhir ini, para pembeli juga mengalami penurunan. "Kami berharap semoga harga bisa kembali normal dan pembeli juga akan bertambah," harapnya. (PARLIN TAMBUNAN/B-7)









