BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro melalui rilisnya menyampaikan NTP gabungan Kalteng naik 2,49 persen dari 125,11 di Oktober 2021 menjadi 128,22 pada November 2021.
Peningkatan ini karena didorong oleh naiknya nilai tukar disemua subsektor dan di antaranya subsektor tanaman perkebunan rakyat 3,12 persen, dan peternakan 1,84 persen.
"Ada juga subsektor tanaman pangan 1,45 persen, hortikultura 0,89 persen serta perikanan 0,70 persen," ucap Eko, Rabu, 1 Desember 2021.
Dikatakannya juga bahwa pada November 2021 terjadi kenaikan indeks konsumsi rumah tangga (IKRT) di Kalteng sebesar 0,40 persen.
Hal itu karena disebabkan oleh ada kenaikan pada berbagai kelompok seperti transportasi, makanan, minuman, dan tembakau serta perawatan pribadi dan jasa lainnya.
Kemudian nilai tukar usaha rumah tangga pertanian (NTUP) Kalteng pada November 2021 juga mengalami kenaikan sebesar 2,27 persen atau senilai 129,38 dibanding NTUP bulan sebelumnya.
--page
NTP merupakan perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).
NTP yaitu salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar atau terms of trade dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. (DONNY D/B-6)









