BORNEONEWS, Sampit - Sejak awal tahun 2021 hingga November 2021 lalu, sudah 3 kali terjadinya musibah banjir di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
"Musibah tersebut sangat memprihatinkan, sehingga sangat merugikan masyarakat yang terdampak," ujar Bupati Kotim Halikinnor, Kamis, 02 Desember 2021.
Dirinya berharap masyarakat berdoa kepada Allah, agar musibah banjir tersebut tidak terulang kembali. Baik di akhir 2021 ini, maupun 0ada 2022 mendatang.
Kendati demikian, musibah banjir ini merupakan bagian dari fenomena alam yang sulit untuk dikendalikan. Maka dari itu, sebagai manusia hendaknya dapat mengambil tindakan antisipasi sejak dini.
“Saat tinggal di suatu wilayah, kita perlu mengimbangi dengan kearifan, kepekaan terhadap alam sekitar, serta kesiapsiagaan yang terus dibangun dan dibiasakan 0ada lintas generasi. Sehingga alam akan semakin terjaga, dan banjir tidak terjadi,” tutur Halikin.
--page
Sementara, banjir pertama terjadi pada Agustus hingga September 2021. Yang melanda 8 kecamatan, 51 desa atau kelurahan, 5.252 Kepala Keluarga (KK) dan 10.585 jiwa.
Banjir kedua terjadi pada bulan Oktober, yang melanda 7 kecamatan, 40 desa atau kelurahan, dengan jumlah warga yang terdampak sebanyak 2.378 KK atau 6.538 jiwa.
Tak selang beberapa lama, banjir kembali terjadi pada November 2021. Banjir melanda 8 kecamatan, 24 desa atau kelurahan, 4.093 KK atau 13.827 jiwa. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)









