PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro mengatakan komoditas utama impor Kalteng selama Oktober 2021 yaitu bahan bakar mineral berupa aspal senilai US$ 3,70 juta.

Selanjutnya mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya berupa mesin untuk mengekstraksi atau mengolah lemak atau minyak hewani/nabati tertentu, ketel tabung air, mesin dan aparatus penyaring/pemurni selain untuk keperluan medis/bedah/laboratorium, pembuatan gula, operasi pengeboran minyak US$ 0,63 juta, dan berbagai produk kimia berupa katalisator US$ 0,16 juta.

"Dibanding September 2021, impor kelompok bahan bakar mineral pada Oktober 2021 mengalami peningkatan terbesar senilai US$ 2,22 juta atau 150,00 persen, berupa aspal," katanya, Kamis, 2 Desember 2021.

Sedangkan penurunan impor terbesar terjadi pada impor kelompok berbagai produk kimia (katalisator) yaitu senilai US$ 0,41 juta atau 71,93 persen.

Apabila dibandingkan dengan bulan yang sama pada 2020 terjadi peningkatan nilai impor selama Oktober 2021.

--page

Impor bahan bakar mineral mengalami peningkatan terbesar yakni senilai US$ 1,87 juta atau 102,19 persen, sedangkan impor pupuk mengalami penurunan terbesar senilai US$ 0,68 juta atau 100,00 persen.

Jika diakumulasi dari Januari–Oktober 2021, impor seluruh komoditas mengalami peningkatan yaitu sebesar US$ 11,78 juta atau 39,91 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Impor mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya mengalami peningkatan terbesar yakni senilai US$ 9,26 juta atau 100,65 persen, sedangkan impor mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya mengalami penurunan terbesar senilai US$ 1,44 juta atau 77,84 persen. (DONNY D/B11)