BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro mengungkaokan impor Kalimantan Tengah selama Oktober 2021 berasal dari Singapura, Malaysia, dan Arab Saudi.
Impor dari Singapura yaitu berupa bahan bakar mineral (aspal), Malaysia mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya (mesin untuk mengekstraksi atau mengolah lemak atau minyak hewani/nabati tertentu, ketel tabung air, mesin dan aparatus penyaring/pemurni selain untuk keperluan medis/bedah/laboratorium, pembuatan gula, operasi pengeboran minyak).
"Sedangkan impor dati Arab Saudi yaitu berupa berbagai produk kimia (katalisator)," sebut Eko, Kami, 2 Desember 2021.
Dibanding dengan September 2021, terjadi peningkatan impor dari Singapura pada Oktober 2021 yakni senilai US$ 2,22 juta atau 150,00 persen. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya impor aspal.
Selanjutnya impor dari Malaysia juga mengalami peningkatan senilai US$ 0,50 juta atau 384,62 persen, karena disebabkan meningkatnya impor mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya. Sedangkan, impor dari Jerman mengalami penurunan terbesar senilai US$ 0,26 juta atau 100,00 persen.
Apabila dibandingkan dengan bulan yang sama di 2020, impor Kalteng pada Oktober 2021 dari seluruh negara mengalami peningkatan.
--page
Impor dari Singapura mengalami peningkatan terbesar senilai US$ 1,87 juta atau 102,19 persen, karena didorong oleh meningkatnya impor komoditas bahan bakar mineral (berupa aspal).
Sementara itu penurunan terbesar berasal dari kelompok negara lainnya senilai US$ 1,28 juta atau 100,00 persen yang disebabkan oleh menurunnya impor dari Laos berupa pupuk kalium klorida senilao US$ 0,68 juta, Austria US$ 0,58 juta berupa perangkat pembangkit tenaga listrik, dan Viet Nam berupa asam fosfat US$ 0,02 juta.
Nika dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya, nilai impor Kalteng dari Januari–Oktober 2021 dari seluruh negara naik US$ 11,78 juta atau 39,91 persen.
Berdasarkan negara asal, impor dari Malaysia, Singapura, Laos, Jerman, India, Perancis, Thailand, dan Brazil mengalami peningkatan.
Secara kumulatif, peningkatan impor terbesar berasal dari Malaysia yaitu senilai US$ 9,49 juta atau 83,03 persen. (DONNY D/B-11)









