PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Selama Oktober 2021, frekuensi kunjungan kapal laut di pelabuhan wilayah Kalteng naik 0,14 persen atau sebanyak 718 kunjungan dari September 2021 yang hanya 717 kunjungan.

Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro menyebut kenaikan frekuensi kunjungan itu terjadi di Pelabuhan Pulang Pisau 19 kunjungan dan Sampit 12 kunjungan.

"Sedangkan penurunan frekuensi kunjungan kapal terjadi di Pelabuhan Kumai 14 kunjungan, Kuala Pembuang 8 kunjungan, Pangkalan Bun 6 kunjungan, dan Sukamara 2 kunjungan," kata dia, Sabtu, 4 Desember 2021.

Sejalan dengan frekuensi kunjungan kapal tersebut, jumlah penumpang juga mengalami kenaikan 43,18 persen dari 17.278 orang di September 2021 menjadi 24.739 orang pada Oktober 2021. Jumlah penumpang datang naik 38,27 persen dan jumlah penumpang berangkat 47,92 persen.

Selanjutnya volume arus barang juga mengalami kenaikan 21,25 persen dari 1,28 juta ton pada September 2021 menjadi 1,55 juta ton di Oktober 2021. Jumlah volume bongkar dan muat barang naik masing-masing 3,43 dan 30,90 persen.

Jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya frekuensi kunjungan kapal di Kalteng pada Oktober 2021 mengalami penurunan 2,05 persen dari 733 kunjungan menjadi 718 kunjungan.

--page

Sementara itu jumlah aktivitas penumpang yang mulai meningkat sejak awal 2021 dan terus turun pada periode Juli-September 2021 kembali naik 34,36 persen di Oktober 2021.

Jumlah penumpang yang datang mengalami kenaikan 11,74 persen dan berangkat naik 64,40 persen.

Volume arus barang juga mengalami peningkatan 5,62 persen. Kenaikan ini berasal dari volume bongkar barang yang naik 27,20 persen sedangkan volume muat barang turun 1,53 persen.

Pelabuhan Kumai dan Sampit masih mendominasi layanan angkutan laut untuk penumpang dan barang di Kalteng.

Selama Oktober 2021, dari 24,739 penumpang yang datang dan berangkat 70,47 persen melalui Pelabuhan Kumai dan 29,53 persen melalui Pelabuhan Sampit

Sementara volume arus barang yang mencapai 1,55 juta ton, terkonsentrasi di Pelabuhan Sampit 49,37 persen dan Kumai 34,82 persen. (DONNY D/B-6)