SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, telah melakukan observasi terhadap kemunculan orangutan di Desa Jemaras, Kecamatan Cempaga. Tepatnya di belakang Masjid Haqqul Yakin Alhadi. Petugas meyakini orangutan hanya lewat sekitar kawasan itu bukan menetap. 

"Saya bersama anggota Manggala Agni, telah melakukan observasi, kemarin. Orangutan tidak ditemukan. Diduga kuat, orangutan cuma melintas," kata Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah, Minggu, 5 Desember 2021. 

Fakta yang membuat yakin pihak BKSDA adalah di sekitar kawasan itu terdapat sejumlah pohon buah. Namun pohon tidak ada yang berbuah. Sehingga besar kemungkinan beruang tidak menetap di lokasi yang tidak terdapat makanan. 

"Banyak pohon buah di lokasi tersebut ada durian, rambutan, dan lain-lainnya. Namun tidak berbuah," ungkapnya. 

Dijelaskan Muriansyah, orangutan muncul di areal samping masjid bukan belakang. Kemunculan beruang terjadi pada Jumat, 3 Desember 2021 lalu, sekitar pukul 11.00.

--page

Meski orangutan hanya melintas atau lewat, pihak BKSDA mengimbau warga sekitar agar tetap berhati-hati, dan menjaga pola hidup sehat, yakni tidak membuang sampah sekitar rumah, yang berpotensi mengundang kemunculan satwa liar seperti orangutan, beruang, dan lainnya. (USAY NOR RAHMAD/B-5)