BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi C DPRD Palangka Raya, Mukarramah meminta pemerintah daerah melalui instansi terkait untuk berinovasi dalam melakukan sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat terkait pencegahan stunting.
Menurutnya keberhasilan dalam pola-pola sosialisasinya perlu menyesuaikan dengan target masyarakat yang ingin dijangkau agar materi yang disampaikan bisa dipahami sehingga mampu dilaksanakan.
“Jadi mungkin bisa diubah pola-pola sosialisasinya, jangan kaku. Pemberian materinya jangan seperti seminar. Harus disesuaikan dengan target audiens," katanya, Selasa 7 Desember 2021.
"Begitu juga saat memberikan informasi kepada ibu-ibu pekerja. Kalau diberi dengan nada serius seperti peserta seminar, informasinya tidak akan masuk,” imbuhnya.
Dia berharap pemko dapat menemukan pola-pola maupun acara yang lebih mengena, lebih sesuai dan lebih mendidik. Terobosan tersebut dapat melalui kolaborasi dengan melibatkan CSR.
--page
Dirinya mengapresiasi kegiatan yang selama ini dijalankan namun ia melihat, bahwa upaya yang saat ini dilakukan pemko masih dilakukan dengan pendekatan yang formal dan kaku.
"Kalau pendekatannya kepada ibu-ibu hal tersebut tidak efektif. Harus dengan cara yang menarik sehingga langsung praktik, sehingga ibu ibu lebih paham daripada teori yang seperti seminar," pungkasnya. (HENDRI/B-11)









