BORNEONEWS, Palangka Raya - Untuk mencegah terjadinya banjir susulan Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran meminta kepala daerah di provinsi ini melakukan pengelolaan tata air terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Hal itu perlu dilakukan mengingat saat ini berdasarkan prediksi BMKG beberapa hari kedepan Kalteng secara umum masih berpotensi diguyur hujan dengan itensitas sedang hingga lebat.
"Pengelolaan tata air berguna untuk mengantisipasi terjadinya peningkatan debit air akibat curah hujan tinggi yang memungkinkan masih akan terjadi," katanya, Selasa 7 Desember 2021.
Selain itu kesiapan infrastruktur, sarana, dan prasarana pengendalian serta penanganan bencana juga harus dipastikan, sehingga ketika terjadi bencana dapat ditangani dengan cepat, akurat, dan maksimal.
Pemerintah daerah dan instansi terkait juga diminta agar dapat mengoptimalkan sumber daya manusia, logistik, dan peralatan untuk penanganan kondisi darurat bencana.
--page
Berdasarkan data dari BMKG, kondisi cuaca di wilayah Kalteng umumnya berawan hingga hujan ringan, dan berpotensi hujan sedang hingga lebat di beberapa daerah.
Suhu udara berkisar antara 23-33 derajat celcius. Angin umumnya bertiup dari arah Barat Daya-Barat Laut dengan kecepatan berkisar antara 10 - 20 kilo meter per jam. (DONNY D/B-11)









