BORNEONEWS, Sampit - Jojo, anak orangutan yang sempat dirawat oleh keluarga Yanson, warga Jalan Pelangkong, Kelurahan Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu, diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit. Sesaat setelah diserahkan anak Yanson, merasa sedih bahkan si bungsu tak henti menangis.
"Saat kami di perjalan menuju Sampit, kami mendapat kabar bahwa anak Pak Yanson paling kecil terus menangis dan menanyakan Jojo," ungkap Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah, Kamis, 9 Desember 2021.
Hal itu terjadi karena anak orangutan sempat dipelihara dan dianggap bagian keluarga. Sehingga tak heran saat dilakukan serah-terima anak-anak Yanson begitu kehilangan.
Tak hanya manusia, sang anak orangutan pun tampak sedih ketika akan dimasukkan ke dalam kandang. Dia tampak memeluk dan memegang erat tangan salah seorang anak Yanson, seakan enggan meninggalkan keluarga barunya.
"Meski demikian orangutan tetaplah satwa liar dan dilindungi. Kita tidak boleh memeliharanya, karena selain melanggar Undang-Undang juga berpotensi menularkan dan ditularkan penyakit," jelas Muriansyah.
--page
BKSDA Pos Jaga Sampit, menjemput anak orangutan ini dari kediaman Yanson di Mentaya Hulu, Rabu, 8 Desember 2021. Setelah menerima laporan dari Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Palangka Raya.
Anak orangutan ini selanjutnya akan direhabilitasi di pusat rehabilitasi di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat. Hingga nanti sampai saatnya memungkinkan untuk dilepasliarkan di habitat aslinya. (USAY NOR RAHMAD/B-5)









