BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Harga minyak goreng yang semakin melonjak tajam mulai dikeluhkan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga di Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan.
Naiknya harga minyak goreng di pasaran sudah berlangsung sekitar satu bulan terakhir dan saat ini mulai berimbas pada naiknya harga komoditas lainnya.
“Kenaikan harga minyak goreng sudah sangat terasa, apalagi dalam beberapa pekan terakhir diikuti dengan naiknya harga kebutuhan lain termasuk sayur mayur," kata Idah salah satu ibu rumah tangga saat berbelanja di Pasar Kuala Pembuang, Kamis 9 Desember 2021.
Sebagai ibu rumah tangga, ia berharap ada kebijakan dari pemerintah untuk mengatasi terus melonjaknya harga minyak goreng di pasaran agar tidak semakin memberatkan masyarakat.
Sementara itu, Plt Kadis Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Seruyan, Primermen menyampaikan ada beberapa faktor yang memiliki pengaruh besar terhadap naiknya harga minyak goreng di pasaran saat ini.
“Naiknya harga minyak goreng di pasaran saat ini dan salah satunya karena kenaikan harga minyak mentah di pasar internasional, “ ungkapnya.
--page
Saat ini kenaikan harga minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) terjadi secara global, karena tingginya permintaan di pasar dunia.
“Mungkin hal ini berpengaruh terhadap harga minyak goreng di pasaran saat ini dan kenaikan harga tidak hanya pada minyak goreng bermerek, tapi juga minyak goreng curah," tandasnya. (FAHRUL/B-11)








