KUALA PEMBUANG –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Rencana pembangunan pasar tradisional non permanen yang akan dijadikan pusat jajanan kuliner lokal di kawasan lahan persawahan terus dimatangkan.

Pihak Kelurahan Kuala Pembuang I bersama berbagai unsur, termasuk petani melaksanakan survei lapangan.

Lurah Kuala Pembuang I, Agus Susanto menyampaikan kegiatan ini merupakan  tindak lanjut kesepakatan bersama pada saat musyawarah kelurahan tentang rencana pembangunan pasar tradisional non permanen.  

“Sebagaimana rencana awal, pembangunan pusat jajanan kuliner lokal ini mengambil lokasi di areal lahan persawahan. Untuk menentukan lokasi maka kita lakukan kegiatan peninjauan lapangan,“ katanya, Jumat 10 Desember 2021.

Ada 4 lokasi yang dilakukan survei yakni Berdikari I, Berdikari II, Mahang dan Rembang. Hasil survei  nantinya akan disampaikan ke instansi terkait, termasuk Bupati Seruyan.

“Hasil survei ini akan menjadi bahan pertimbangan di antara 4 lokasi ini di mana yang paling cocok untuk dijadikan pusat jajanan kuliner lokal," ungkapnya.

Diharapkan pasar tradisional non permanen ini bisa direalisasikan awal 2022, sehingga akan membantu membangkitkan perekonomian masyarakat.

--page

“Selain untuk membangkitkan ekonomi masyarakat yang sempat terpuruk akibat Covid-19, adanya pusat jajanan kuliner lokasl ini bisa menjadi salah satu tujuan destinasi wisata alternatif bagi masyarakat," tandasnya. (FAHRUL/B-11)