BORNEONEWS, Sampit - Aliansi Penggerak Industri (API) dan UMKM Kotawaringin Timur bergerak memaksimalkan potensi ekonomi daerah dari pelaku UMKM pengerajin rotan dengan mencetak generasi baru pengrajin rotan.
Ketua API UMKM Kotim, Firman mengatakan pengerajin rotan adalah aset Kotawaringin Timur harus ada generasi penerus dari Suryani, pengrajin rotan di Kotim.
"Kami API UMKM Kotim menitipkan 2 pemuda untuk belajar dan berlatih menganyam rotan ditempat beliau. Akan sangat rugi apabila tidak ada generasi penerus penganyam rotan putra daerah. Mudah-mudahan hal seperti ini menjadi perhatian dari pihak yang berwenang", katanya, Senin 13 Desember 2021.
Menurutnya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di tengah masa pandemi saat ini menjadi sorotan semua pihak, karena keberadaan UMKM sebagai pondasi dasar ekonomi diharapkan dapat kembali stabil.
Giat dari pihak pemerintah dan swasta bahkan pelaku UMKM itu sendiri sangat gencar demi pemulihan ekonomi daerah dan salah satunya seperti pengembangan pengrajin rotan.
Seperti yang dlakukan Ahmad Suryani di Workshop Pengerajin Rotan Jalan simpang 3 Baamang, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur.
"Pengerajin rotan asli Kotawaringin Timur saat ini ada 3 orang dan yang pertama dalam kota saya sendiri saat ini berusia 56 tahun, kemudian ada di daerah Kotabesi dan di daerah Sarpatim. Dua orang yang di luar kota itu adalah murid saya ketika pernah mengadakan pelatihan dulu," ucap pria yang akrab di sapa Paman Yani itu.
--page
Dua pemuda Kotim yang akan belajar menganyam rotan dengan Paman Yani adalah Ahmad Hakim warga Pelangsian dan Abdullah Mubarak warga Jalan Jenderal Sudirman, Sampit.
Pelatihan dan pembelajaran menganyam rotan akan dimulai, Selasa 14 Desember 2021 sampai mahir di Workshop Paman Yani.
"Insya Allah kami siap belajar dan berlatih menganyam rotan dengan sungguh-sungguh di tempat Paman Yani, terimakasih kepada API UMKM Kotim yang telah menjembatani dan memfasilitasi kami untuk belajar meningkatkan kualitas diri," pungkasnya. (NACO/B-6)









