BORNEONEWS, Palangka Raya - Terkait adanya pelanggaran konstitusi mengenai Konferensi Daerah (Konferda) Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPD GAMKI) Kalteng ke IV menjadi perhatian semua kalangan termasuk para senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) di Kalimantan Tengah.
Pelanggaran yang dimaksud yakni pada waktu itu panitia Konferda 2 kali diganti dari versi DPD GAMKI Kalteng dan versi caretaker II DPD GAMKI Kalteng.
Ke 2 kali caretaker dilakukan yaitu per 25 November 2021 caratekar I DPD GAMKI Kalteng dan per 05 Desember 2021 caratekar II DPD GAMKI Kalteng.
Pengurus Caretaker I DPD GAMKI Kalteng, Hery Kristianto mengatakan bahwa atas dinamika yang terus berkembang secara continue tersebut, maka dilaksanakan pertemuan dengan para senior GAMKI untuk membahas pelaksanaan Konferda yang berkualitas berdasarkan konstitusi.
Akan tetapi sebut Hery sangat disayangkan utusan DPP GAMKI yaitu Theofilus dan Dodi Sutarma Lapihu yang di fasilitasi oleh Sekretaris Caretaker II DPD GAMKI Kalteng Novia Adventy Juran, anggota Yanedi Jagau, dan lain-lain menyembunyikan utusan DPP GAMKI tersebut sejak tanggal 11 Desember 2021 dan menolak untuk melakukan konsolidasi dan koordinasi dengan tokoh-tokoh senior di Kalteng.
"DPP GAMKI telah melakukan koordinasi ke senior-senior GAMKI tapi itu dipertanyakan, senior yang mana? Tokoh-tokoh senior di sini yang menjadi panutan kami tidak pernah dihubungi, dan kenapa juga DPP GAMKI baru sekarang melakukan sikap secara konstitusi yang tidak konstitusional, kenapa tidak dilakukan sejak selesai Kongres GAMKI tahun 2019," kata Hery, Senin 13 Desember 2021.
Hery melanjutkan dalam pertemuan itu senior-senior sepakat memberikan rekomendasi, solusi atau pemikiran agar pelaksanaan Konferda tidak cacat hukum yakni sebaiknya DPP melakukan kolaborasi caretaker, mererbitkan caretaker 3 untuk memulihkan nama baik semua pihak dengan melakukan 2 kolaborasi unsur caretaker sebelumnya dan kolaborasi dua kepanitiaan yang sudah dibentuk dengan menerbitkan SK panitia yang baru oleh caretaker 3.
--page
Salah satu senior GAMKI yaitu Bakti Yusuf Irwandi yang merupakan mantan Plt Ketua GAMKI Palangka Raya memberikan solusi agar proses Konferda dilakukan pembukaan pendaftaran peserta Konferda yang sah secara Konstitusi Organisasi, pendanaan kegiatan Konferda ditanggung bersama oleh DPP GAMKI, caretaker 3 DPD GAMKI Kalteng, Panitia dan senior-senior.
"Kenapa harus seperti itu, maksudnya agar tidak ada asumsi di setir oleh pemodal, memberikan arena pertandingan dan pemain harus siap menang, siap kalah serta kandidat wajib menyampaikan visi dan misi 3 tahun semasa periode kepengurusan," tutur Bakti.
Dikatakan Bakti bahwa jika pemaksaan kehendak dan pengkondisian dalam proses Konferda yang terjadi maka tidak menutup kemungkinan bahwa konferda tersebut tidak kondusif.
Hadir dalam pertemuan senior GAMKI itu, Hery Kristianto, Robby, Hendra Lorent Nahan, Willy Djata, Imawoto, Aprianto Ladju, Fredy Sinaga, Yopie, Bakti Yusuf Irwandi. (DONNY D/B-11)









