BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Balai Perikanan Budi Daya Air Tawar (BPBDAT) Mandiangin Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Andy Artha Donny menilai sistem budidaya bioflok cukup optimal.
Terutama jika dibandingkan dengan sistem budidaya konvensional yang membutuhkan lahan serta pakan yang cukup banyak.
"Teknologi budidaya ikan sistem bioflok sangat bermanfaat bagi pembudidaya ikan karena dapat meningkatkan produktivitas dan menekan biaya produksi melalui penggunaan pakan yang minimal," tutur Andy di Palangka Raya, Selasa, 14 Desember 2021.
Selain itu, menurut dia, dengan teknologi ini kegiatan budidaya ikan menjadi lebih ramah lingkungan, hemat dalam penggunaan air serta dapat dilakukan di lahan yang terbatas.
Sehingga tinggal memaksimalkan eksekusinya dalam pembudidayaan. Pihaknya pun menegaskan kesiapan untuk melakukan pendampingan.
--page
“Kami (BPBAT Mandiangin) siap melaksanakan pendampingan teknis bagi semua kelompok penerima bantuan untuk memastikan keberhasilan program ini," ungkapnya.
Ia menerangkan ada 4 kelompok penerima bantuan perangkat bioflok dari KKP di Kalteng, diantaranya Pokdakan Mina Abyudaya Kabupaten Kota Waringin Barat.
Kemudian setelah itu, Pokdakan Mina Mas Kabupaten Kotawaringin Timur, Ponpes Darul Ulum Palangkaraya, dan Yayasan Al Muhajirin Handep Hapakat Kabupaten Pulang Pisau. (HERMAWAN DP/B-7)









