SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Terduga pelaku pembuang bayi di Jalan Jaksa Agung R Soeprapto, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Sampit, ternyata sempat ingin memeriksakan kandungan di tempat bidan praktik dan Puskemas Baamang II, sesaat sebelum melahirkan. 

Pelaku melahirkan pada Sabtu, 11 Desember 2021 sekitar pukul 09.00 WIB. Setelah itu, langsung meninggalkan bayinya di lokasi penemuan. 

"Pada Sabtu 11 Desember 2021, perempuan tersebut datang ke bidan. Namun karena tidak membawa buku KMS, sehingga disarankan ke Puskesmas Baamang II," ujar Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin, Rabu, 15 Desember 2021. 

Saat di puskesmas tersebut, pelaku sempat bertemu dokter dan bertanya terkait buku KMS. Pelakupun beralasan tertinggal di rumahnya, sehingga disuruh untuk mengambil. 

Namun perempuan tersebut tidak kembali lagi, karena memang tidak punya buku KMS. Saat hendak pulang ke kamar kosnya, wanita itu mengalami sakit perut. 

--page

Sehingga, iapun ke lokasi penemuan bayi hingga melahirkan di tempat tersebut. Saat melahirkan, tidak ada satu orangpun yang membantu. 

"Setelah bayinya lahir, perempuan tersebut langsung meninggalkannya," terang Jakin. 

Saat ini, pelaku sedang dalam perawatan di Puskesmas Baamang II karena mengalami pendarahan dan juga luka setelah melahirkan. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)