BORNEONEWS, Palangka Raya - Galeri pemasaran hasil olahan perikanan di kawasan Rumah Makan Kampung Lauk, Pahandut Seberang, Kota Palangka Raya tidak berfungsi setelah sebelumnya sempat dibuka.
Kepala Dinas Perikanan Kota Palangka Raya, Indriarti Ritadewi mengatakan awal 2020 galeri ini sempat dibuka.
Namun berjalan waktu satu hingga 2 bulan akibat COVID-19 dan hasil pemasaran tidak sesuai yang diharapkan.
"Artinya para UMKM itu rugi dengan menyewa tempat tersebut," kata Indriarti saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Rabu 15 Desember 2021.
Selain itu galeri pemasaran hasil olahan perikanan tidak berfungsi, karena bangunan tersebut kondisinya belum sempurna 100 persen diantaranya, pendingin ruangan atau AC tidak ada. Saat itu hanya menggunakan pendingin berupa kipas angin.
"Ternyata dengan menggunakan kipas angin sebagai pendingin itu tidak sanggup dan merusak produk jual. Jadi harus memakai AC, waktu itu pengadaan AC tidak ada," jelasnya.
--page
Oleh sebab itu pada 2021 ini kembali pihaknya melakukan pengadaan seperti AC dan menambah daya listrik serta membuat plang produk hasil olahan. "Pada 2022 baru kita tawarkan untuk mengisi ruangan tersebut," pungkasnya.
Diketahui, pembangunan Galeri pemasaran hasil olahan perikanan di kawasan Kampung Lauk Pahandut Seberang menelan anggaran lebih Rp 500 juta dari APBD Kota Palangka Raya pada 2019. (PARLIN TAMBUNAN/B-11)









