BORNEONEWS, Sampit - Bayi yang ditemukan di semak-semak Jalan Jaksa Agung, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur sempat berada di lokasi tersebut sekitar 28 jam sebelum ditemukan.
"Bayi ini diperkirakan berada di semak-semak satu hari satu malam sebelum ditemukan warga," ujar Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin, Kamis 16 Desember 2021.
Kondisi bayi saat dibuang di semak-semak ini masih belum dipotong tali pusarnya. Sehingga masih ada ari-arinya yang menempel. Selain itu bayi juga sempat dikerumuni serangga.
Bahkan yang paling mengenaskan, tangan bayi bagian kiri mengalami patah. Tidak hanya itu bayi tersebut juga ditinggalkan tapa dibungkus kain atau ditutup apapun.
"Kondisinya sangat memprihatinkan saat ditemukan, namun alhamdulillah bayi tersebut masih hidup, dan dapat diselamatkan oleh pihak rumah sakit," katanya.
--page
Saat ini bayi tersebut dirujuk ke Palangka Raya guna merawat tangannya yang patah. Meskipun begitu kondisinya dalam keadaan baik.
Sedangkan ibu bayi yang juga merupakan pelaku pembuangan juga dirawat di Puskemas Baamang II, karena mengalami pendarahan di bagian reproduksi. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)









