BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebagai upaya untuk meminimalisasi bencana yang terjadi, salah satunya dengan membentuk desa tangguh. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar terus menambah jumlah desa tangguh bencana.
Kalaksa BPBD Kotawaringin Barat, Melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Pahrul Laji mengatakan, selama ini BPBD Kobar terus menyiapkan desa tangguh. Hal ini guna meminimalisir bencana dengan melibatkan peran aktif masyarakat desa dan kelurahan.
"Sejauh ini yang kita bentuk baru desa di wilayah pesisir Kumai. Diantaranya Desa Kubu, Bakau, Bogam, Keraya dan Sebuai," kata Pahrul Laji saat dikonfirmasi belum lama ini.
Pihaknya juga memberikan pelatihan untuk desa tangguh. Sehingga dari pelatihan yang diberikan bisa memberikan pemahaman masyarakat untuk penanganan bencana secara cepat dan tepat.
"Kedepan kita bakal terus menambah desa tangguh di Kobar. Terutama desa dan kelurahan yang masuk daerah rawan bencana," ungkapnya.
--page
Pahrul menyebut bahwa selain Kecamatan Kumai yang perlu di dorong untuk jadi desa tangguh, yakni Kecamatan Arut Selatan dan Kotawaringin Lama. Namun tidak menutup kemungkinan di kecamatan lain juga bakal dibentuk.
"Namun kedepan kita terus bentuk desa tangguh. Mengingat potensi bencana banjir, longsor, dan bencana kebakaran sangat berpotensi di Kobar," jelasnya.
Untuk desa tangguh ini ditargetkan ada 15 desa dan kelurahan se Kobar. Mengingat untuk desa tangguh ini perlu pemenuhan sarana dan prasraana penunjang sebagai desa tangguh. Termasuk peralatan menunjang penanganan kebencanaan harus dilengkapi.
Pahrul menambahkan, sebenarnya untuk desa tangguh itu ada beberapa kategori, pratama, madya dan utama. Kemudian ada beberapa tahapan untuk menjadikan sebuah desa sebagai desa tangguh diantaranya pembentukan tim relawan di tiap desa salah satu syarat sebagai desa tangguh.
"Maka yang kita gencarkan ini pembentukan tum relawan. Sehingga selanjutnya bakal dibentuk desa tangguh bencana," pungkasnya. (DANANG/B-5)









