BORNEONEWS, Sampit - Retno Dwi Darman, warga Jalan Tatar, Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, kaget luar biasa. Dia memergoki seekor ular besar di dalam kandang ayam peliharaanya.
Mengetahui hal tersebut, perempuan itu pun berinisiatif menyiram seekor ular dengan menggunakan air garam. Dia mengira ular akan takut dan kabur, namun ternyata upaya gagal.
Dalam situasi takut dan bingung akhirnya dia meminta pertolongan petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotawaringin Timur.
Mendapat laporan itu, Disdamkarmat Kotim pun langsung merespons dengan menerjunkan sebanyak 12 personel beserta peralatan lengkap.
"Setiba di kediaman pelapor, petugas menanyakan terlebih dahulu tentang keberadaan seekor ular tersebut. Setelah mendapatkan informasi, petugaspun langsung diarahkan masuk menuju belakang bangunan rumah," ungkap Muhammad Marjuki, petugas Disdamkarmat Kotim, Jumat, 17 Desember 2021.
--page
Namun setelah dicari ternyata ular yang dimaksud sudah tidak berada di lokasi. Petugas pun berupaya mencari hingga menelusuri semak belukar di sekitar bangunan rumah. Tapi ular tersebut tak juga ditemui.
Berdasarkan pengakuan pelapor, petugas meyakini bahwa ular tersebut adalah jenis piton atau Malayopython reticulatus. Ular yang diperkirakan memiliki panjang 3,5 meter itu pun tidak diketahui keberadaanya.
"Asumsi petugas, ular dimaksud pelapor adalah ular sanca batik yang sudah melarikan kabur masuk ke dalam semak belukar di belakang bangunan rumah. Sehingga menyulitkan petugas untuk menemukannya," tandasnya. (USAY NOR RAHMAD/B-5









