BORNEONEWS, Sampit - Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Suyatmi mengungkapkan bahwa pihaknya akan memberikan sanksi kepada sejumlah siswanya yang melakukan pengeroyokan terhadap adik kelas.
"Kami pihak sekolah tentunya akan memberikan sanksi kepada para pelaku pengeroyokan itu," ujar Suyatmi, Jumat, 17 Desember 2021.
Meski begitu, dirinya berharap agar persoalan tersebut bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Pihaknyapun siap untuk menjadi penengah mediasi antara keluarga korban dan para pengeroyokan.
"Namun jika mediasi tidak berhasil, kami menyerahkan sepenuhnya kepada keluarga korban. Tetapi alangkah baiknya diselesaikan secara kekeluargaan," kata Suyatmi.
Kendati demikian, pihaknya sangat menyayangkan terjadinya pengeroyokan tersebut. Pihaknya mengakui bahwa peristiwa tersebut tidak terpantau karena para guru sedang sibuk mengisi nilai e-raport hasil ulangan siswa.
--page
Sementara itu, pengeroyokan tersebut terjadi pada Kamis, 16 Desember 2021 di sebuah ruang kelas di sekolah tersebut. Korban harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit, karena sempat pingsan dan mengalami sesak napas. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)









