BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pergerakan penumpang di Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat menjelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru), belum ada peningkatan atau masih seperti hari biasa.
Kepala Bandara Iskandar Pangkalan Bun Zuber menjelaskan, menjelang libur Nataru tahun ini, belum ada lonjakan pergerakan penumpang. Tercatat, pada awal Desember hingga pertengahan bulan, penumpang masih dalam kondisi normal.
"Dari tanggal 1 sampai dengan 16 Desember 2021, rata-rata pergerakan penumpang datang dan berangkat di Bandara Iskandar Pangkalan Bun sebanyak 765 orang," kata Zuber saat dikonfirmasi Borneonews pada Sabtu, 18 Desember 2021.
Kemudian, pada tanggal 17 Desember 2021 kemarin, total pergerakan penumpang datang dan berangkat yaitu sebanyak 780 orang, kemudia hari ini Sabtu, 18 Desember 2021, total pergerakan penumpang datang dan berangkat sebanyak 775 orang.
"Semuanya 6 kali penerbangan dengan rute Semarang, Surabaya dan Jakarta," tuturnya.
--page
Dia melanjutkan, sejauh ini, penerbangan yang paling banyak pergerakan penumpang atau paling diminati yaitu tujuan Semarang.
"Untuk rute ke Semarang ini memang dari dulu selalu diburu masyarakat. Sehingga wajar jika ada maskapai yang sampai penuh," terangnya.
Sedangkan untuk Ekstra Flight, pihaknya juga masih menunggu dari maskapai. Meski sudah sebagian maskapai penuh, belum ada pengajuan ektra flight.
Diinformasikan, bahwa berdasarkan surat edaran Satgas Covid-19 Nomor 22 Tahun 2021, syarat dokumen penerbangan transportasi udara ke luar pulau Jawa dan Bali, pada tanggal 17 sampai dengan 23 Desember 2021 yang sudah vaksin minimal dosis satu wajib RT-PCR yang berlaku 3 x 24 jam, dan yang sudah vaksin dosis 2 wajib antigen yang berlaku 1 x 24 jam.
Kemudian berdasarkan SE Satgas Covid-19 Nomor 24 Tahun 2021, pada 24 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022, yang sudah vaksin dosis kedua wajib antigen dan berlaku 1 x 24 jam, dan anak dibawah 12 tahun wajib RT- PCR yany berlaku 3 x 24 jam.
"Untuk vaksinasi tidak lengkap dan alasan medis dibatasi mobilitasnya, seperti itulah penjelasanya," pungkasnya. (DANANG/B-7)









