BORNEONEWS, Pulang Pisau - Rumah Adat Betang di Desa Buntoi, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau banyak sebagian dari atap dan fasilitas penerangannya banyak yang rusak, sehingga perlu dilakukan perbaikan dan perawatan supaya tetap utuh sebagai tempat cagar budaya.
Sejak 21 Januari 1980 ahli waris menawarkan Rumah Adat Betang kepada Pemerintah Kabupaten Kapuas untuk dikelola menjadi proyek wisata. Lalu di 2009 Anis Narang memberikan bantuan sirap dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk sisipan atap yang bocor.
"Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia, maka rumah adat betang ini dari beberapa fasilitas sebagian ada yang rusak," Martenggo kepada borneonews.co.id, Minggu 19 Desember 2021.
Dari ahli waris keturunan Destinasi ke 6 Rumah Adat Betang yaitu Martenggo (45) yang juga sebagai pengurus mengatakan melihat kondisi rumah betang masih perlu perawatan dan perbaikan. Juga harus menambah fasilitas baru seperti tempat parkir.
"Sekarang ini lampu taman dan jalan juga banyak yang rusak dan kami sudah mencoba menghubungi tapi belum ada reaksi," ucapnya.
--page
"Untuk saat ini sarana air bersih di tempat ini tidak ada. Jika ada tamu yang datang dari luar negeri untuk mengupas sejarah Betang ini pasti mereka bermalam di sini. Satu hari dua hari. Makanya air bersihnya tidak ada tidak layak untuk mandi," ucapnya.
Dia mengatakan jika pengunjung yang datang ketempat ini melihat kurangnya fasilitas dan ada beberapa yang rusak dan bisa membuat pengunjung menjadi kurang nyaman.
Jadi harapannya pemerintah daerah bisa membantu untuk perbaikan agar tempat ini tetap terjaga ke utuhannya. (MAGANG 3/B-6)









