PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Belum maksimalnya pembangunan sektor pendidikan khususnya di Kalimantan Tengah menjadi perhatian semua pihak, termasuk DPRD Kalteng.

Oleh karena itu DPRD Kalteng mendorong agar pemerintah daerah bisa berkomitmen memperhatikan sektor pendidikan di provinsi ini, sehingga dapat terbangun secara merata.

"Saat ini bidang pendidikan di Kalteng masih cukup memprihatinkan, ini sesuai kondisi dilapangan. Jadi yang perlu didorong itu yakni komitmen saja agar lebih baik," kata Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Duwel Rawing, Senin 20 Desember 2021.

Dia menjelaskan sebagai contoh konkrit kenapa pendidikan di Kalteng dari segi kemajuan masih tergolong lambat, karena anggaran yang disisihkan untuk pendidikan dirasa masih minim dan kurang maksimal.

Seperti misalnya saja Kalsel, Jabar, Jateng dalam memperhatikan sektor ini pemerintah disana mengalokasikan dana untuk sektor pendidikan yakni di atas 40 persen.

Sedangkan Kalteng masih berpatokan pada amanat undang-undang yang hanya mengalokasikan 20 persen. Itu pun dengan rekayasa memasukkan dana DAK dan BOS yang sudah diperhitungkan 20 persen dalam APBN.

"Ini yang harus perlu dievaluasi terkait pengalokasian dana untuk sektor pendidikan itu. Jika memang ingin pembangunan pendidikan di Kalteng maksimal maka alokasi dana perlu mencontohkan daerah lain tersebut," ujarnya.

--page

Selain itu akibat pembangunan pendidikan yang belum sepenuhnya merata di Kalteng dan ini tentu berpengaruh pada statistik angka partisipasi kasar (APK) contohnya pada tingkat SLTA.

"APK SLTA di Kalteng kalau tidak salah saat ini baru mencapai 55 persen dan ini berarti ada 45 persen anak usia SLTA sudah tidak bersekolah karena berbagai sebab, termasuk minimnya fasilitas," imbuhnya. (DONNY D/B-6)