TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Timur, Trikorianto mengimbau petani agar turut merawat saluran irigasi terutama saluran tersier dan saluran kuarter.

Saluran tersier adalah saluran untuk membagi air dari bangunan sadap tersier ke petak-petak kuarter, sedangkan saluran kuarter adalah saluran yang mengalirkan air dari jaringan bagi ke petak-petak sawah.

"Petani harus turut merawat dengan membersihkan sampah-sampah atau rumput yang tumbuh di saluran sehingga air mengalir dengan lancar," ujarnya, Selasa, 21 Desember 2021.

Dia menjelaskan saluran yang tersumbat dapat menyebabkan pembagian air ke sawah tidak merata bahkan bisa merusak saluran itu sendiri.

"Penyuluh juga harus mendampingi kelompok tani agar mereka bisa bergotong royong merawat atau membersihkan saluran irigasi, jangan sampai sebagian sawah kebagian air dan yang lain tidak," pesannya.

Dengan irigasi yang baik lahan-lahan bisa dimanfaatkan secara optimal demi mendukung peningkatan luas tambah tanam atau LTT padi. Selain itu saluran irigasi yang baik juga dapat mengurangi resiko kerusakan tanaman padi akibat luapan banjir.

--page

Meski musim tanam Oktober-Maret atau okmar kali ini mengalami keterlambatan akibat curah hujan tinggi dan banjir di beberapa kecamatan, namun Trikorianto yakin dengan pendampingan dari PPL yang tak kenal lelah, target luas tanam dapat tercapai.

"Dengan kerja sama yang baik antara petani dan PPL, kita yakin target luas tanam padi 5.000 hektare pada musim tanam kali ini dapat tercapai," ujarnya. (BOLE MALO/B-6)