BORNEONEWS, Sampit - Tiga terduga teroris yang ditangkap Densus 88 dan Satbrimob Polda Kalimantan Tengah (Kalteng), setiap harinya berjualan makanan. Nama rumah makannya pun tidak begitu asing bagi warga yang tinggal di Sampit.
Mereka berjulan makanan di Rumah Makan Sop Kuin Galuh Sari. Rumah makan ini berada di Jalan Pemuda No 23, Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit.
Sejumlah warga sekitar mengatakan bahwa di rumah makan tersebut ditinggali 4 orang. 1 orang perempuan dan 3 orang laki-laki.
"Mungkin perempuan tersebut merupakan istri dari pemilik penjualan makanan tersebut, sedangkan 1 orang laki-laki merupakan karyawan, dan 1 orang lagi menggunakan kursi roda," ujar Anwar, salah seorang warga yang juga berjualan di samping rumah makan 3 orang terduga teroris tersebut, Rabu, 22 Desember 2021.
Dirinya mengatakan tidak kenal dekat dengan 3 orang tersebut. Jika bertemu, mereka hanya tegur sama dan saling lempar senyum saja. Sedangkan, saat makan di tempat itu, tidak pernah berkomunikasi.
--page
"Hanya lempar senyum saja kalau ketemu. Saya sering ketemu dengan karyawan laki-laki tersebut, karena sering pergi ke rumah ibadah," kata Anwar.
Dirinya mengaku tidak tahu menahu dengan adanya penangkapan tersebut. Dirinya hanya mengetahui banyak polisi yang datang ke rumah makan tersebut.
Sementara, sejumlah ibu-ibu yang tinggal di lokasi mengatakan, pihaknya juga tidak mengenal dekat. Namun rumah makan tersebut buka sudah sekitar 1 tahun terakhir.
"Kalau buka sekitar 1 tahun terakhir. Namun sekitar 2 hingga 3 hari ini warung makan itu tutup. Katanya pemilik sedang ke Banjarmasin," terang warga.
Mereka juga mengungkapkan bahwa yang sering berinteraksi dengan mereka adalah karyawannya yang berambut gondrong. Sedangkan pemilik dan istri, serta 1 orang lainnya tidak pernah berkomunikasi.
--page
"Kalau karyawannya tersebut sering saja kami berinteraksi, orang enak saja. Dia juga sering beribadah di tempat ibadah sekitar Jalan Pemuda ini. Sehingga kami sering bertemu," kata warga tersebut.
Meskipun begitu, warga mengaku tidak mengetahui bahwa mereka bertiga ditangkap karena terduga teroris. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)









