SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Tiga orang bernama Meirdi Yanto, Yudha Pranata, dan Donny diseruduk sopir mobil Pajero, Hilmi Ali Avi. Ketika itu ketiga korban mengendarai sepeda motor lantaran ingin membeli biskuit dan es batu.

Ririn, salah satu saksi dalam persidangan lanjutan menyebutkan, Meirdi Yanto adalah anaknya yang jadi korban lalu lintas. Saat kejadian, saksi berada di kebun dan mendengar adanya suara tabrakan.

"Saya diam saja waktu itu. Kemudian ada yang teriak memberitahukan ke kami, jika yang kecelakaan itu anak kami," kata saksi.

Meirdi ketika itu ingin berangkat mebeli biskuit dan es batu, dan korban lainnya Yudha dan Donny ikut bersama.

Saat didatangi di TKP, Mierdi sudah tidak sadarkan diri dan badannya penuh dengan lumpur. Sementara itu Yudha dalam kondisi sadar dan kaki patah. Sementara itu Donny sudah meninggal di TKP

Meirdi Yanto menaiki motor membawa Yudha dan Donny karena disuruh beli biskuit dan es batu oleh ibunya Donny. Namun belum sampai warung terjadi kecelakaan.

Kalu lintas itu terjadi pada Sabtu, 21 Agustus 2021 sekitar pukul 13.30 WIB di Jalan Jenderal Sudirman Km 88 Desa Sebabi, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur.

--page

Terdakwa yang merupakan sopir mobil PT Sinar Mas itu mengendarai Mitshubisi Pajero B 1878 PJP dengan membawa penumpang Mansyur yang merupakan atasannya. Sementara itu pengendara motor Honda Blade dengan nomor polisi KH 5382 RF Meirdi Yanto dengan membonceng Yudha Pranata dan Donny (korban tewas). Meirdi, Yudha dan Donny terlempar ke kanan jalan, hingga mengakibatkan Donny tewas di tempat (NACO/B-11)