BORNEONEWS, Tamiang Layang - Menjelang Hari Raya Natal, Gereja Katolik Paroki Santo (St) Mikael Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur menggelar lomba kreasi pohon Natal dari barang bekas.
Lomba tersebut diikuti oleh 5 lingkungan yang ada di bawah Paroki St Mikael yakni Lingkungan St Fransiskus Asisi, St Yohanes Rasul, St Elisabet, St Maria dan Lingkungan St Yosep. Hasil karya dari masing-masing lingkungan dipajang di gedung Gereja Paroki St Mikael saat ibadah malam Natal, Jumat, 24 Desember 2021.
"Ini semua sudah dinilai, jadi yang mendapatkan nilai tertinggi dipajang di dalam ruang ibadah sedangkan pohon natal yang lain dipajang pada pintu masuk gereja," ujar Ketua Panitia Natal Gereja Paroki St Mikael, Kladius Sinaga.
Saat ibadah malam Natal berlangsung, di kiri-kanan pintu masuk gereja pohon-pohon Natal yang terbuat dari barang bekas seperti kresek, buku, jala dan rak telur itu terlihat indah dan semarak karena dilengkapi lampu kelap-kelip. Jika dilihat dari jarak beberapa meter kita tidak akan menyangka bahwa pohon Natal tersebut terbuat dari barang bekas.
Kladius menjelaskan, lomba kreasi pohon Natal dari barang bekas bertujuan menyemarakkan ibadah dan perayaan Natal yang tahun sebelumnya tidak diadakan sekaligus membangkitkan kreativitas umat dalam memanfaatkan dan memberi nilai tambah pada barang bekas.
--page
"Hadiahnya yang disiapkan dan dibagikan malam ini sederhana saja dan sifatnya hanya sebagai pemotivasi, hadiah ini juga hasil kesepakatan bersama oleh dewan paroki," ungkapnya.
Misa malam Natal Gereja Paroki St Mikael dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat. Panitia juga membatasi jumlah umat yang mengikuti misa yakni 50 persen dari kapasitas ruang ibadah, pembatasan dilakukan dengan menggunakan kupon yang sudah disebarkan beberapa hari sebelumnya ke tiap-tiap lingkungan. (BOLE MALO/B-7)









