BORNEONEWS, Washington - Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) mempersingkat masa isolasi bagi petugas kesehatan yang terpapar COVID-19.
Pengurangan masa isolasi itu dikarenakan rumah sakit kekurangan staf akibat lonjakan kasus baru dan rawat inap.
CDC merevisi pedomannya pada Kamis (23/12), yang mengimbau petugas kesehatan yang terpapar tapi tidak mengalami gejala agar kembali bekerja setelah tujuh hari dan hasil tes berikutnya dinyatakan negatif.
Disebutkan pula bahwa "masa isolasi bisa dipersingkat lagi apabila terjadi krisis staf."
CDC juga mengatakan bahwa pekerja yang telah mendapatkan semua dosis vaksin yang direkomendasikan, termasuk booster, tidak perlu menjalani karantina di rumah.
Pedoman baru itu berlaku bagi seluruh fasilitas layanan kesehatan yang langsung berinteraksi dengan pasien, seperti rumah sakit, panti wreda, klinik gigi, dan tempat medis lainnya.
Sumber: Xinhua/ANTARA
Kekurangan Staf, AS Persingkat Masa Isolasi Nakes
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Maidi Divonis 5 Tahun dalam Perkara Pemerasan Berkedok CSR
Harga Cabai Rawit Merah Rp90 Ribu per Kg, Pemkab Kobar Siapkan Bantuan Bibit
Polsek Pahandut Amankan Pria Mengaku Anggota BPK Minta Sumbangan di Palangka Raya
Polres Lamandau Sita 705 Gram Sabu dan 400 Pil Ekstasi, Terduga Kurir Diamankan
KPK Periksa Direktur L&G Insurance Broker Sebagai Saksi Kasus Jasindo
Polres Lamandau Tangani 3 Kasus Karhutla, Luas Lahan Terbakar Capai 7,3 Hektare
Komentar (0)
Memuat komentar…







