BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Berkat kecepatan laporan dari masyarakat yang melihat potensi bahaya, tentunya kerugian akibat sebuah peristiwa bemcana bisa diminimalisir.
Seperti yang dilakukan oleh Hamdi yang kebetulan mengunjungi adiknya yang kebetulan memiliki usaha kantin di SMKN 2 Pangkalan Bun, Jalan Utama Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Saat para siswa kebetulan berada di kantin usai berkegiatan pada hari libur, Minggu, 26 Desember 2021, sekitar pukul 09.48 WIB mereka melihat munculnya api dari bagian atap ruangan laboratorium sekolah.
Kabid Damkar Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Dwi Agus Suhartono mengatakan, Hamdi yang berada di kantin adiknya segera menghubungi kenalannya yaitu Kepala Satpol PP dan Damkar Kobar Majerum Purni.
"Pak Majerum kemudian segera memerintahkan regu jaga Damkar Kobar untuk segera bergerak menuju lokasi. Karena cepatnya laporan disampaikan masyarakat yang mengetahui adanya potensi bahaya, maka anggota Damkar bisa dengan cepat ke lokasi dan memadamkan api yang muncul dibagian atap laboratorium sekolah tersebut," jelas Dwi Agus Suhartono.
--page
Sehingga, menurut Dwi Agus Suhartono, akbat kemunculan api tersebut hanya menimbulkan kerusakan ringan dan tidak fatal.
"Kerusakan ringan yaitu bagian atap yang sedikit terbakar dan pintu laboratorium yang terpaksa dijebol Tujuannya untuk memastikan agar api tidak sempat merembet ke ruangan tersebut. Mengingat didalamnya terdapat bahan kimia yang digunakan sebagai bahan praktik siswa," jelas Dwi Agus Suhartono. (WAHYU KRIDA/B-5)









