BORNEONEWS, Pulang Pisau - Pengrajin perahu di Desa Manen Paduran, Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau mengharapkan perhatian dari pemerintah. Usaha kreatif yang merupakan usaha kecil rumahan milik pribadi patut mendapat apresiasi.
Di wilayah itu hanya ada satu pengrajin pembuatan perahu. Melihat banyaknya pemesan terkadang membuat pengrajin ini kewalahan akibat keterbatasan modal usaha untuk membeli bahan, seperti kayu dan bahan lainnya.
Tak jarang harus menolak pemesanan di karena tidak bisa membeli bahan-bahan yang dibutuhkan.
"Saya udah 12 tahun bikin perahu. Ya dikerjakan sendiri, dari dulu. Kalau mau bayar orang buat bantu ga bisa bayarnya," ucap Tesa (59), pengrajin atau pembuat perahu, Senin 27 Desember 2021.
Dia mengatakan usaha yang digelutinya mulai dari nol tanpa ada modal yang besar. Jika ada biaya untuk beli bahan-bahan baru bisa membuat perahu.
--page
Untuk harga 1 buah perahu biasanya di bandrol seharga Rp. 6.000.000 rupiah sampai Rp. 7.000.000 rupiah. Dan untuk pembuatan untuk 1 buah perahu dikerjakan selama 2 minggu.
"Kalau penghasilan 1 bulan dari pengerjaan 2 perahu. Kalau sebelumnya pengerjaan perahu bisa sampai 3 perahu dalam sebulan. Tapi sekarang bisa istirahat lah. Kalau dulu kita ngejar waktu pengerjaan biar bisa punya penghasilan untuk beli rumah. Karena awalnya saya dari nol. Ya Alhamdulillah, karena kerja keras jadi bisa buat tempat tinggal untuk produksi perahu," ungkap Tesa
Harapannya pemerintah mau membina usaha kreatif ini. "Tapi namanya saya hanya sebatas kerja ada dan pengalaman lain untuk minta usul tidak ada. Kalau ada modal bikin perahu, kalau tidak ya tidak bikin," ungkapnya.
"Jadi kalau bisa ada dana pinjaman. Kalau ada modal biar bisa bayar orang untuk membantu membuat perahu," imbuh dia. (MAGANG 3/B-5)









