PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Setelah dua desa di wilayah Kecamatan Kumai selesai dibangun infrastruktur jaringan listrik dan diresmikan oleh Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Nurhidayah, kini menyisakan dua desa di wilayah tersebut yang belum teraliri listrik.

Bupati Nurhidayah menyampaikan, untuk di Kumai dari 18 desa dan kelurahan, saat ini tinggal dua desa lagi belum teraliri listrik, yaitu Desa Sungai Cabang dan Teluk Pulai. Dua desa ini merupakan desa terujung dan akses untuk menuju ke sana hanya bisa melalui jalur air.

"Secara perlahan listrik yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat kita coba selesaikan, di Kumai ini masih ada dua desa dan perlahan kita ajukan di tahun 2022 nanti. Semoga ada solusi untuk dua desa kami ini, mengingat jaraknya cukup jauh," kata Nurhidayah.

Nurhidayah mengungkapkan, bahwa beberapa waktu lalu pihaknya pernah berkunjung dan berdiskusi dengan manager PT. PLN Pusat, dan menyampaikan langusng terkait situasi dan kondisi di lapangan.

Kemudian, disampaikan oleh PLN pusat jika kondisi wilayah jauh maka solusinya adalah, harus ada pembangunan gardu tersendiri disana (Sungai Cabang dan Teluk Pulai). Semoga ini bisa terwujud di tahun 2022, atau paling tidak bisa masuk program PLN pada 2023.

--page

"Kami berharap PLN bisa menyuportnya,  sebab ini juga hak masyarakat, dan Sesuai dengan selogan PLN saat ini adalah Terangi Negeri, Indonesia Tangguh, Listrik Untuk Kehidupan yang Lebih Baik," ungkapnya.

Disampaikannya, keberadaan jaringan listrik ini akan menunjang semua aktifitas masyarakat, sehingga masyarakat tidak ada kendala kelistrikan selama 24 jam. Selain itu juga, dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Fakta membuktikan, memang sudah 76 tahun Indonesia merdeka, masih ada masyarakat di Indonesia ini belum bisa merasakan listrik 24 jam non stop. Tentu ini merupakan pekerjaan rumah bersama, agar seluruh masyarakat di pelosok negeri ini bisa mendapat hak pelayanan dasar. (DANANG/B-5)