BORNEONEWS, Muara Teweh - Masih adanya kecamatan-kecamatan yang belum mencapai target dalam pencapaian program vaksinasi yang ditetapkan, Bupati Barito Utara gencar mengunjungi pelaksanaan vaksinasi di kecamatan yang belum memenuhi target tersebut.
Setelah meninjau pelaksanaan di Kecamatan Lahei dan Lahei Barat, Bupati Barito Utara, H. Nadalsyah didampingi Wakil Bupati dan unsur FKPD meninjau pelaksanaan vaksinasi di Kecamatan Gunung Purei.
Vaksinasi yang dilaksanakan di halaman kantor Kecamatan Gunung Purei ditargetkan dalam 3 hari terakhir ini sampai 250 dosis. Kecamatan Gunung Purei tanggal 28 Desember 2021 telah mencapai target sebesar 59,68 persen, kurang 10,32 peraen atau sekitar 250 dosis dari 2.423 dosis. Seperti halnya di Kecamatan Lahei dan Lahei Barat, kendala yang dihadapi hampir sama yakni mobilisasi masyarakat dan keengganan masyarakat untuk bervaksin. Selain itu, di Kecamatan Gunung Purei terkendala dalam penginputan data dikarenakan sinyal telekomunikasi yang terbatas.
Bupati Barito Utara, H Nadalsyah mengharapkan agar dalam 3 hari terakhir, target yang ditetapkan dapat tercapai.
"Kita harus sosialisasi dan mendorong masyarakat agar percaya bahwa vaksin aman dan tidak berbahaya serta halal," jelas Nadalsyah.
--page
Disampaikannya bahwa Gunung Purei termasuk dalam 4 kecamatan yang belum mencapai target sebesar 70 persen selain Kecamatan Lahei, Lahei Barat dan Teweh Timur. "Semoga dengan sosialisasi yang gencar dan pelaksanaan vaksin setiap hari, Gunung Purei dapat mencapai target yang ditetapkan," kata Nadalsyah.
Orang nomor satu di Kabupaten Barito Utara itu meminta kerjasama dari semua pihak, baik instansi terkait dan masyarakat. "Jangan percaya isu dan berita hoax bahwa vaksin berbahaya, saya sendiri telah 2 kali di vaksin. Bahkan ada yang sudah 3 kali," jelasnya.
Disampaikan bahwa vaksin dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan apabila telah mencapai target minimal 70 persen dapat meningkatkan kekebalan komunitas.
Disamping Bupati, Dandim 1013 Muara Teweh dan Wakapolres juga menyampaikan bahwa pentingnya vaksinasi untuk masyarakat sehingga dapat memutus mata rantai penyebarannya dan diharapkan Covid-19 menjadi penyakit biasa. (RAMADHANI/B-5)









