KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas melalui Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) bersama dokter internsip terus memberikan penyuluhan kesehatan masyarakat.

Narasumber yang menyampaikan materi penyakit stroke, dr Ratuti Yetsi Bianca merupakan dokter internsip yang bertugas di RSUD Kapuas bersama Pengelola Promkes PKRS, Popo Subroto. Penyuluhan dilakukan melalui siaran radio.

Ratuti menuturkan, stroke adalah penyakit yang menyangkut pembuluh darah di otak. Menurut WHO, stroke adalah suatu keadaan bahwa ditemukan tanda-tanda klinis yang berkembang cepat berupa defisit neurologis fokal dan global, yang dapat memberat dan berlangsung lama selama 24 jam atau lebih dan/atau dapat menyebabkan kematian.

Stroke terjadi apabila pembuluh darah otak mengalami penyumbatan atau pecah. Akibatnya, sebagian otak tidak mendapatkan pasokan darah yang membawa oksigen, sehingga mengalami kematian sel/jaringan.

"Beberapa pencegahan stroke dapat dilakukan dengan peningkatan aktivitas fisik, peningkatan perilaku hidup sehat, penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi," katanya, Jumat, 31 Desember 2021.

--page

Kemudian, lanjut dia, dengan peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit, peningkatan kualitas lingkungan, serta peningkatan edukasi hidup sehat.

"Faktor resiko stroke dibagi menjadi dua kelompok, yaitu yang tidak dapat dikendalikan dan yang dapat dikendalikan faktor yang tidak dapat dikendalikan usia, jenis kelamin, ras, etnik, dan riwayat stroke dalam keluarga," ucapnya.

Faktor yang dapat dikendalikan antara lain tekanan darah tinggi, hiperkolestrolemia, obesitas, penyakit jantung, diabetes melitus, dan gaya hidup seperti makanan cepat saji, aktivitas rendah, merokok dan konsumsi alkohol. (DODI RIZKIANSYAH/B-7)