BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Otto Fitriandy mengatakan di akhir tahun 2021 dan mengawali tahun 2022 ini, kondisi sektor jasa keuangan tetap stabil. Bahkan, kinerjanya kian membaik.
"Hal ini tampak dari siaran pers yang kami terima dari kantor pusat yang mencatat stabilitas sektor jasa keuangan hingga akhir 2021 tetap terjaga diiringi dengan fungsi intermediasi perbankan dan penghimpunan dana di pasar modal yang terus membaik," kata Otto kepada Borneonews pada Sabtu, 1 Januari 2022.
Fungsi intermediasi yang baik ini menurut Otto didorong oleh terkendalinya pandemi covid-19, pulihnya mobilitas dan meningkatnya kegiatan perekonomian.
"Penghimpunan dana di pasar modal hingga 24 Desember tercatat sebesar Rp358,4 triliun, merupakan nilai tertinggi sepanjang sejarah dengan emiten baru tercatat sebanyak 55 emiten," tutur Otto lagi.
Sementara penghimpunan dana ini, menurutnya, mayoritas digunakan sebagai modal kerja.
--page
"Sementara fungsi intermediasi perbankan pada November 2021 tumbuh sebesar 4,82 persen yoy atau 4,17 persen ytd didorong peningkatan pada kredit UMKM dan ritel," bebernya. (TESTI PRISCILLA/B-11)









