BORNEONEWS, Tamiang Layang - Hujan yang mengguyur Kabupaten Barito Timur sepanjang malam tahun baru menyebabkan 3 desa di dua kecamatan dilanda banjir.
"Yang kebanjiran Desa Tangkan dan Desa Paku Beto di Kecamatan Awang serta Desa Kalamus di Kecamatan Paku," kata Kepala Pelaksana BPBD Damkar, Riza Rahmadi setelah menerima laporan dari Tim Reaksi Cepat atau TRC yang turun langsung ke lapangan, Sabtu, 1 Januari 2022.
Dia menjelaskan, banjir diakibatkan oleh curah hujan Atas Normal (AN) yang melanda beberapa wilayah di Barito Timur. Sifat hujan disebut AN jika nilai curah hujan lebih dari 115 persen, terhadap rata-rata curah hujan bulanan didapat dari nilai rata-rata curah hujan masingmasing bulan dengan minimal periode 10 tahun.
"Desa Tangkan ada 13 KK (kepala keluarga) di RT 01, Desa Paku Beto ada 8 KK di RT 02 dan di Desa Kalamus ada 15 KK di RT 02 yang terdampak banjir. Jadi total ada 36 KK yang terdampak banjir," imbuh Riza.
Menurutnya, hingga pukul 14.00 WIB, permukaan air Sungai Awang, Sungai Kikis dan Sungai Paku belum mengalami penurunan yang signifikan. Meski demikian, belum ada warga yang dievakuasi.
Riza berharap hujan tidak kembali turun malam nanti yang berpotensi meningkatkan debit air sungai-sungai tersebut.
--page
"Tadi di lapangan anggota TRC tetap mengimbau warga yang terdampak banjir agar mewaspadai kemungkinan terjadinya hujan susulan nanti malam," kata Riza. (BOLE MALO/B-11)









