BORNEONEWS, Tamiang Layang - Sejak selesai dibangun beberapa minggu lalu, Tugu Gunung Perak di Desa Jaar ramai dikunjungi warga untuk berfoto ria dengan latar ikon baru kebanggaan Kabupaten Barito Timur.
Kawasan Bundaran Tugu Gunung Perak menjadi semacam objek wisata baru yang ramai didatangi warga setiap hari terutama pada akhir pekan, baik untuk sekadar berfoto maupun untuk nongkrong bareng keluarga dan teman-teman di sekitar tugu.
Keramaian itu juga dimanfaatkan oleh penjual makanan dan minuman untuk mencari rezeki di sekitar bundaran. Namun kebanggaan terhadap ikon yang melambangkan kemakmuran bagi masyarakat Barito Timur tersebut tidak diimbangi dengan kesadaran untuk merawat lingkungan sekitar maupun tugu itu sendiri.
Pantauan Borneonews, Minggu, 2 Januari 2021 sore, terlihat sampah bekas makanan dan minuman yang dibuang pengunjung berserakan di pinggir jalan sekitar bundaran. Sementara beberapa anak-anak menaiki mangkok atau pot tugu sehingga mangkok tugu mulai terlihat bercak-bercak bekas lumpur atau jejak kaki dan tangan pengunjung.
Seorang warga sekitar tugu yang dimintai tanggapan terkait kondisi itu mengaku prihatin karena tugu itu belum berumur satu bulan tapi sudah mulai terlihat kumuh.
--page
"Malu juga sebenarnya melihat seperti itu, apalagi orang dari daerah lain saat lewat pasti mampir untuk foto-foto, kalau terlihat kotor seperti itu kan jadi bahan cerita orang dari daerah lain," ungkapnya.
Meski demikian, warga yang tidak mau disebutkan namanya ini mengaku tidak berani menegur pengunjung yang buang sampah sembarang karena warga sekitar tidak punya kewenangan.
"Kalau salah-salah kita tegur nanti malah orang tersinggung dan jadi ribut," tuturnya.
Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Perkim, Bunyamin yang dimintai tanggapannya beberapa hari lalu terkait kondisi tugu yang mulai kotor, berencana untuk membuat tulisan peringatan yang dipasang di mangkuk tugu tersebut. Namun hingga kini rencana tersebut belum terealisasi. (BOLE MALO/B-7)



