PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Pembangunan jembatan di Desa Sanggang, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau belum selesai. Warga yang ingin melintas-pun harus melewati jalan penghubung antardesa yang dibuat sementara. 

Namun, mereka mengalami kesulitan. Pasalnya, jalan tersebut banyak tertimbun material tanah bekas pembangunan. Apalagi saat hujan, jalan menjadi semakin licin. Di sisi lain, pembangunan itu memang cukup bagus karena tujuan pembangunan jembatan untuk peningkatan jalan di kawasan food estate di Desa Belanti. 

"Sebagai masyarakat sebenarnya saya sangat senang dengan adanya pembangunan jalan maupun jembatan di desa kami ini. Hanya saja yang sangat kami sesalkan pihak pemborong seperti tidak peduli dengan kondisi jembatan dan jalan darurat yang rusak parah itu," ucap Asep, salah satu warga, Senin, 3 Januari 2022.

"Setiap hari melewati jalan dan jembatan darurat yang dalam keadaan rusak itu," tambahnya. 

Warga lainnya, Sadiyo berharap, pihak pemborong dapat segera memperbaiki jalan dan jembatan darurat agar masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa. Harapan itu disampaikan selama jembatan yang baru itu belum selesai, atau belum bisa dilewati. 

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pulang Pisau Usis I Sangkai saat dihubungi sejumlah awak media melalui pesan WhatsApp pada Sabtu, 1 Januari 2022 mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Pelaksana Jalan Nasional terkait hal tersebut. 

--page

"Iya mas, kami sudah koordinasi dengan pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional. Semua berproses saja. Semoga pekerjaannya cepat selesai. Kepada warga diimbau untuk bersabar," ungkapnya. (MAGANG 3/B-7)