BORNEONEWS, Sampit - Selama tahun 2021, sudah 17 kilometer jalan di Kotawaringin Timur (Kotim) diperbaiki. Baik melalui program peningkatan jalan maupun pemeliharaan.
Staf Seksi Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPUPRKP) Kotim, Bagus Anugrah menjelaskan, perbaikan atau peningkatan jalan berasal dari dua sumber dana yaitu dari pemerintah pusat menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan juga Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kotim tahun 2021.
"Peningkatan jalan menggunakan DAK, sudah kami lakukan di tiga jalan yaitu Jalan Kembali, Christopel Mihing dan Jalan di Kecamatan Parenggean," sebut Bagus, Senin, 3 Januari 2022.
Menurutnya, ke tiga jalan tersebut total panjangnya 6 kilometer dengan masing-masing jalan kurang lebih 2 meter dilakukan peningkatan atau pengaspalan. Peningkatan jalan ini menghabiskan anggaran sebanyak Rp 23 miliar.
"Untuk peningkatan jalan dan pemeliharaan rutin menggunakan APBD Kotim yaitu di Jalan HM Arsyad, S Parman, Teratai 5, Rahadi Usman dan samping Bandara H Asan Sampit," ujarnya.
Namun demikian, ada jalan yang belum bisa dibangun karena terkendala status kawasan yaitu jalan di daerah Utara, khususnya Kecamatan Tualan Hulu.
"Memang ada jalan yang belum terealisasi karena refocusing dan kawasan jadi tidak bisa dilaksanakan. Karena itu kita ada kelebihan anggaran, namun karena masih awal tahun jadi bisa kita alihkan anggaran kepada pembangunan lain," jelas Bagus.
--page
Dia menambahkan, anggaran tersebut dialihkan kepada pembangunan jalan di Mangga 2, Padat Karya dan Teratai 6. Sehingga dapat dikatakan pembangunan jalan jika digabung dengan pembangunan jembatan di Kotim tahun 2021 ini mencapai 98 persen realisasinya.
"Kami harapkan masyarakat turut serta menjaga jalan yang sudah ditingkatkan itu dan digunakan sebagaimana mestinya," tandasnya. (USAY NOR RAHMAD/B-11)









