BORNEONEWS, Tamiang Layang - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Timur siap bekerja sama dengan dinas kesehatan untuk mempercepat cakupan vaksinasi pada kecamatan dengan cakupan vaksinasi kurang dari 75 persen.
Kerja sama dimaksud yakni memberikan pencerahan keagamaan kepada masyarakat yang menolak atau meragukan kehalalan vaksin.
"Dalam upaya mempercepat cakupan vaksinasi kantor kementerian agama siap bekerja sama dengan dinas kesehatan untuk menyampaikan imbauan-imbauan keagamaan terkait sahnya vaksin covid-19 menurut agama maupun menurut kesehatan," kata Kepala Kantor Kemenag Barito Timur, H Abdul Majid Rahimi seusai upacara peringatan Hari Amal Bakti ke 76 Kementerian Agama, Senin 3 Januari 2021.
Dia menambahkan di jajaran Kementerian Agama Barito Timur sendiri hampir 99 persen pegawai telah divaksin.
"Kami tetap mengupayakan agar sisanya divaksin, kecuali mereka yang memang tidak diizinkan untuk mengikuti vaksinasi karena penyakit tertentu," jelasnya.
Hingga 31 Desember 2021 masih ada 2 kecamatan dengan cakupan vaksinasi di bawah 75 persen yakni Kecamatan Dusun Tengah 70,6 persen dan Kecamatan Benua Lima Kecamatan Benua Lima 59,6 persen.
Meski demikian total cakupan vaksinasi dosis 1 seluruh Kabupaten Barito Timur telah mencapai 63.410 orang atau 81,2 persen dari target sasaran. Sedangkan vaksinasi dosis 2 mencapai 40.120 orang atau 64,39 persen dari penerima vaksinasi dosis 1.
--page
Selain vaksinasi bagi orang dewasa dan remaja usia 12-17 tahun, sebelumnya Bupati Barito Timur, Ampera AY Mebas menyampaikan rencana untuk memulai vaksinasi bagi anak berusia 6-11 tahun pada awal tahun 2022 ini demi memaksimalkan pembentukan kekebalan komunal masyarakat dari penularan covid-19.
"Kita sudah siap hanya masih menunggu sinkronisasi data dengan provinsi karena ada perbedaan data persentase capaian antara kabupaten dengan provinsi, nanti kalau sudah beres kita akan segera memulai vaksinasi bagi anak-anak," katanya. (BOLE MALO/B-6)









