BORNEONEWS, Tamiang Layang - PAUD, TK, SD dan SMP sederajat di Kabupaten Barito Timur mulai menerapkan pembelajaran tatap muka atau PTM 100 persen pada awal Januari 2022 atau semester II tahun akademik 2021/2022.
"Kita melaksanakan pembelajaran tatap muka 100 persen dengan berpedoman pada surat keputusan bersama (SKB) 4 menteri yakni Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Menteri Agama Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri yang diterbitkan pada 21 Desember 2021," ungkap Kepala Dinas Pendidikan Barito Timur, Sabai, di Tamiang Layang, Selasa, 4 Januari 2022.
Berkaitan dengan SKB tersebut maka pemberlakuan PTM pada semester ini agak berbeda dibanding semester sebelumnya yakni siswa tidak lagi dapat memilih antara PTM dan pembelajaran secara daring.
"Nah sekarang wajib belajar tatap muka, jadi bukan pilihan, artinya siswa 100 persen mengikuti PTM di kelas hanya protokol kesehatan yang tetap di terapkan seperti sebelumnya, mungkin yang berbeda sedikit hanya pada poin jaga jarak, kalau sekarang karena siswa masuk 100 persen sehingga jarak duduk antara siswa lebih dekat sesuai dengan kapasitas kelas, namun tetap dengan protokol kesehatan memakai masker mencuci tangan dan tidak berkerumun," jelas Sabai.
Menurutnya, perbedaan lain dibanding sebelum pandemi yakni durasi waktu pembelajaran juga dibatasi maksimum 6 jam pelajaran.
Kabid SMP Dinas Pendidikan Barito Timur, Ampiansyah menambahkan, keputusan penerapan PTM 100 persen juga dilakukan berdasarkan syarat cakupan vaksinasi dosis 2 bagi pendidik dan tenaga kependidikan atau PTK 80 persen dan lansia 50 persen seperti yang disyaratkan dalam SKB 4 menteri.
--page
"Kita sudah melampaui itu dan saat ini kasus positif covid-19 di Barito Timur juga nihil jadi kita bisa menerapkan PTM 100 persen," ujar Ampiansyah.
Sabai berharap seluruh satuan pendidikan tetap berpedoman pada SKB 4 menteri dalam pelaksanaan PTM 100 persen. Selain itu dia mengingatkan jika ada peserta didik atau guru yang sakit sebaiknya tidak berangkat ke sekolah untuk mengantisipasi penularan covid-19.
"Surat dari dinas bersama SKB 4 menteri telah didistribusikan ke semua sekolah jadi kami berharap semua sekolah dapat mempelajari, meneliti dan menerapkan atau menjabarkan dalam proses PTM 100 persen ini," pungkasnya. (BOLE MALO/B-7)









