BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Minimnya fasilitas sanitasi yaitu toilet di Stadion Sport Center, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat,(Kobar) membuat penonton pertandingan sepak bola Bupati Cup terpaksa harus buang air kecil sembarangan.
Pada sudut ruangan kosong di bagian atas tribun, seringkali dimanfaatkan penonton yang sudah kebelet buang air kecil. Dampaknya, aroma tidak sedap muncul dari ruangan tersebut.
Pasalnya, stadion Sport Center tersebut hanya mengoperasikan sebuah toilet. Karena itulah, hal ini seringkali menjadi keluhan penonton pertandingan sepak bola di stadion tersebut. Ironisnya, selain digunakan oleh ratusan penonton, toilet itu juga digunakan oleh official pertandingan serta pemain bola. Dari pantauan terlihat bagian dalam toilet nampak kurang terawat.
Amat, salah seorang penonton mengharapkan adanya kepekaan dari pihak berwenang atau dinas teknis yang menjadi penanggung jawab pengelolaan stadion dinas teknis selaku pengelola stadion peka terhadap kondisi tersebut.
"Toiletnya cuma satu, di bagian bawah. Karena itulah antrean untuk kencing lumayan banyak. Karena itulah tidak heran banyak yang kencing di satu ruangan kosong di bagian atas stadion. Kalau laki-laki sih masih aman, bagaimana kalau kaum perempuan. Mereka jelas tidak bisa. Artinya kenyamanan menonton juga sangat terganggu," ujar Amat.
--page
Terkait keluhan penonton atas fasilitas sanitasi di Sport Center, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kobar, Tengku Muhammad Aqil Noor, Rabu, 5 Januari 2021 mengakui apabila kondisi Stadion Sport Center minim sarana dan prasarana penunjang.
"Kondisi lapangan dan tribun juga masih belum maksimal. Jaringan listrik dan air juga masih ada kendala. Walau demikian keluhan penonton di Stadion Sport Center ini udah disampaikan kepada pihak panitia penyelenggara Bupati Cup cabang olah raga sepak bola, agar bisa ditindaklanjuti kebutuhan dan kelengkapan tribun," jelas Kadispora.
Kadispora berharap, nantinya Stadion Sport Center bisa mendapat dukungan penganggaran untuk melakukan pembenahan fisik bangunan. (WAHYU KRIDA/B-7)









