PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pengembangan kawasan pertanian, termasuk food estate memerlukan infrastruktur yang mumpuni untuk kegiatan produksi atau budidaya. Termasuk juga untuk kegiatan distribusi sarana produksi dan hasil produksi, serta akses mekanisasi pertanian.

Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Sugianto Sabran melalui Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (TPHP), Sunarti menyampaikan infrastruktur pendukung untuk program tersebut masih terus dikembangkan.

"Pembangunan atau peningkatan infrastruktur untuk kegiatan produksi dan budidaya meliputi pembangunan/peningkatan terus dilakukan," katanya, Rabu 5 Januari 2022.

Langkah yang dilakukan seperti pemeliharaan irigasi di tingkat primer, sekunder dan tersier hingga ke tingkat usaha tani termasuk sistem drainasenya saat yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR.

Demikian halnya untuk infrastruktur yang digunakan mendukung distribusi/pengangkutan sarana produksi dan hasil produksi juga menjadi focus pemerintah untuk dibangun dan dan ditingkatkan.

Infrastruktur ini berupa jalan usaha tani, jembatan usaha tani, jalan kolektor dan jalan akses antar wilayah termasuk didalamnya jembatan untuk menghubungkan antar lahan dan antar wilayah.

--page

Pembangunan/peningkatan ini dilakukan secara bertahap oleh Kementerian PUPR, Kementerian Pertanian, Kementerian Desa PDTT, dan Pemerintah Daerah untuk memberikan kelancaran akses masuk dan akses keluar dari barang yang didistribusikan di dalam maupun antar wilayah di kawasan food estate. (HERMAWAN DP/B-11)