BORNEONEWS, Palangka Raya - Melalui data rilisnya Ketua BPS Kalteng, Eko Marsoro mengungkapkan pada Desember 2021 lalu Kalteng mengalami inflasi sebesar 0,86 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,77.
"Inflasi itu terjadi berdasarkan 2 kota acuan yakni Palangka Raya yang mengalami inflasi sebesar 0,99 persen dan Sampit mengalami inflasi sebesar 0,66 persen," ujar Eko, Rabu, 5 Januari 2022.
Inflasi gabungan Kota Palangka Raya dan Sampit pada Desember 2021 terjadi karena adanya peningkatan indeks kelompok transportasi yaitu 2,97 persen.
Selanjutnya kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,17 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,53 persen, perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,52 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,35 persen.
Kemudian kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,35 persen, pakaian dan alas kaki 0,34 persen, serta kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 0,17 persen.
Untuk tingkat inflasi tahun kalender yang dihitung sejak Januari–Desember 2021 dan tahun ke tahun Desember 2021 terhadap Desember 2020, inflasi gabungan Kota Palangka Raya dan Sampit tercatat sebesar 3,32 persen.
Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi pada Desember 2021 antara lain yaitu angkutan udara, cabai rawit, minyak goreng, cabai merah dan semen. Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi pada Desember 2021 antara lain daging ayam ras, ikan patin, ikan gabus, semangka, dan ikan lele.
--page
Dari 90 kota IHK, ada 88 kota yang mengalami inflasi dan 2 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Jayapura yakni sebesar 1,91 persen dengan IHK sebesar 105,87 dan terendah terjadi di Pekanbaru sebesar 0,07 persen dengan IHK sebesar 106,53.
Sementara itu deflasi terjadi di Dumai sebesar 0,13 persen dengan IHK sebesar 107,70 dan Bukittinggi sebesar 0,04 persen dengan IHK sebesar 106,59. (DONNY D/B-6)









