PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro mengungkapkan komoditas utama impor Kalimantan Tengah selama November 2021 yaitu pupuk berupa pupuk kalium klorida senilai US$ 1,44 juta, bahan bakar mineral berupa aspal US$ 0,67 juta, dan berbagai produk kimia berupa katalisator US$ 0,43 juta.

Jika dibanding Oktober 2021, impor kelompok pupuk pada November 2021 mengalami peningkatan terbesar senilai US$ 1,44 juta, berupa pupuk kalium klorida. Sedangkan penurunan impor terbesar terjadi pada impor kelompok bahan bakar mineral (aspal) senilai US$ 3,03 juta atau 81,89 persen.

"Apabila dibanding dengan bulan yang sama tahun 2020, terjadi peningkatan nilai impor selama November 2021," ujarnya, Kamis 6 Januari 2022.

Impor pupuk (pupuk kalium klorida) mengalami peningkatan senilai US$ 1,44 juta, sedangkan impor mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya mengalami penurunan terbesar senilai US$ 0,70 juta atau 100,00 persen.

Selama Januari – November 2021, impor pada seluruh komoditas mengalami peningkatan senilai US$ 12,45 juta atau 39,66 persen apabila dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

--page

Impor mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya mengalami peningkatan terbesar senilai US$ 8,55 juta atau 86,28 persen, sedangkan impor mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya mengalami penurunan terbesar senilai US$ 1,44 juta atau 77,84 persen. (DONNY D/B-6)