BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Kalteng, Wko Marsoro mengatakan impor Kalteng selama November 2021 berasal dari 4 negara yaitu Laos, Singapura, Arab Saudi, dan Jerman.
"Komoditas impor dari Laos yakni berupa pupuk kalium klorida, Singapura bahan bakar mineral berupa aspal, serta Arab Saudi dan Jerman berbagai produk kimia berupa katalisator," ungkap Eko, Kamis, 6 Januari 2021.
Jika banding dengan Oktober 2021 terjadi peningkatan impor dari Laos pada November 2021 yakni senilai US$ 1,44 juta itu karena tidak ada transaksi impor pada Oktober 2021.
Peningkatan tersebut terjadi karena disebabkan oleh meningkatnya impor pupuk kalium klorida. Sementara, impor dari Singapura mengalami penurunan terbesar yaitu senilai US$ 3,03 juta atau 81,89 persen.
Terlepas dari itu, dibanding dengan bulan yang sama tahun 2020, impor Kalteng pada November 2021 mengalami peningkatan. Impor dari Laos mengalami peningkatan terbesar senilai US$ 1,44 juta, karena didorong oleh meningkatnya impor komoditas pupuk yakni berupa pupuk kalium klorida.
Sementara itu penurunan terbesar berasal dari Malaysia senilai US$ 0,70 juta atau 100,00 persen ini terjadi disebabkan menurunnya impor komoditas mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya yakni berupa ketel tabung air.
--page
Selanjutnya, dibanding dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, nilai impor Kalteng dari Januari – November 2021 dari seluruh negara naik US$ 12,45 juta atau 39,66 persen.
Berdasarkan negara asal, impor dari Malaysia, Singapura, Laos, Jerman, India, Arab Saudi, Perancis, Thailand, dan Brazil mengalami peningkatan. Secara kumulatif, peningkatan impor terbesar berasal dari Malaysia senilai US$ 8,79 juta atau 72,46 persen. (DONNY D/B-6)









