BORNEONEWS, Jakarta - Indonesia menggelar 17 perundingan perbatasan pada 2021 dengan Filipina, Malaysia, Palau, dan Vietnam untuk memperkuat kedaulatan wilayah negara, kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.
“Para diplomat kami terus memperkuat diplomasi kedaulatan kami dengan negosiasi perbatasan sebagai elemen penting,” katanya saat menyampaikan Pernyataan Pers Tahunan 2022 secara virtual, Kamis.
Jumlah negosiasi yang dilakukan pada tahun 2021 lebih tinggi dibandingkan tahun 2019, yang hanya dilakukan tujuh kali negosiasi, ujarnya.
Pada 2022, negosiasi perbatasan akan diintensifkan, tambahnya.
Terkait batas laut, ditargetkan kesepakatan batas laut teritorial dengan Malaysia terkait Laut Sulawesi dan Selat Malaka bagian selatan dapat ditandatangani.
--page
Selanjutnya, negosiasi tingkat tim teknis dengan Palau di perbatasan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) akan dilanjutkan, dengan tujuan mencapai kesepakatan parsial, kata Marsudi. Negosiasi serupa juga akan dilakukan dengan Vietnam, tambahnya.
Sementara itu, dua negosiasi direncanakan dengan Filipina, katanya. Yang pertama akan fokus pada penentuan landas kontinen di tingkat teknis, ungkapnya.
Yang kedua akan menindaklanjuti kesepakatan penetapan landas kontinen dan batas ZEE di dua jalur yang berbeda, tambahnya.
Indonesia selalu berpegang pada Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1982 dalam melakukan negosiasi perbatasan laut, kata Marsudi.
“Saya ingin tekankan bahwa setiap klaim oleh pihak manapun atas perairan Indonesia harus sesuai dengan hukum internasional, termasuk UNCLOS 1928. Dengan demikian, Indonesia akan terus menolak setiap klaim yang tidak memiliki dasar hukum yang diakui secara internasional,” tegas Menkeu.
Sedangkan mengenai perbatasan darat, negosiasi dengan Malaysia dan Timor Leste akan diprioritaskan, ujarnya.
Pemerintah akan menyelesaikan demarkasi Outstanding Boundary Problems (OBP) di sektor timur, termasuk Pulau Sebatik, dengan Malaysia.
Sementara itu, negosiasi dengan Timor Leste akan menyelesaikan dua segmen yang belum terselesaikan sesuai dengan prinsip yang disepakati pada 2019, tambahnya.
--page
Tim perunding Indonesia dan Timor Leste telah menyepakati bahwa negosiasi batas laut akan dimulai setelah negosiasi perbatasan darat selesai.
ANTARA









